Saturday, 23 November 2013

SLEEP PARALYSIS

Pernah gak, kalian terbangun dari tidur tapi badan sulit bergerak ataupun berteriak?? Tenang, kamu  lagi gak diganggu ama makhluk halus kok...slow down baby..  kalo masih punya anggapan kayak gitu,,yuk marii baca artikel di bawah ni dengan cermat yaa
Berdasarkan ilmu medis, keadaan dimana bangun tapi sulit bergerak n berteriak disebut sleep paralysis atau versi indonesianya adalah kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita, hii serem abezzz
Fenomena ini bisa terjadi pada siapa aja kok (wah penyakit yang adil n gak pandang bulu toh??) Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya atau bahkan bisa lebih dari sekedar dua kali. Namun, kalian gak perlu khawatir en takut kenapa-napa coz  sleep paralysis biasanya gak berbahaya.
Perlu diketahui bahwa selama kita tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh jadi gak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun*iya bener bener bener tuh* nah,  biasanya kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi-halusinasi yang menyeramkan. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.
Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.
Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur atau bahasa nasionalnya adalah ngelindur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.
Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis alias kelumpuhan ini tetap bertahan. Biasanya hal ini yang mengakibatkan kita ber halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama *ngena banget dah*
Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.
Terakhir, hiduplah teratur, hindari hal-hal yang menyebabkan stress n yang gak kalah pentingnya jangan lupa berdoa sebelum tidur hihi :)

Ghiboo.com

“Viviulaz”

Search This Blog